7 Mitos dan Fakta Seputar Khitan, Jangan Asal Percaya!

5/5 - (67 votes)

Ada banyak mitos dan fakta seputar khitan yang tersebar di masyarakat. Sebagian memang ada yang bisa dipercayai. Sebagian hanya sebatas mitos yang sebaiknya tidak dianggap serius. Bahkan, bisa berbahaya jika dipercaya sepenuhnya. Selain itu, Anda juga harus tau usia yang tepat untuk khitan.

Maka, Anda harus berhati-hati dalam memilah antara mitos dan fakta ini. Untuk membantu Anda mengetahui, mana yang benar-benar fakta dan mana yang sekedar mitos seputar khitan, berikut akan dijelaskan beberapa mitos dan fakta yang berkaitan dengan khitan.

7 Mitos dan Fakta Seputar Khitan

Ada banyak mitos dan fakta yang ada di masyarakat mengenai khitan. Tidak semua merupakan informasi yang bisa dipercaya. Namun, bisa juga merupakan hal yang berupa fakta. Maka, Anda harus berhati-hati dalam memilih mitos dan fakta ini. Untuk menyebar undangan sebelum acara khitan Anda bisa menggunakan undangan khitanan digital supaya lebih efektif.

Berikut adalah 7 informasi yang umum diketahui oleh masyarakat. Pada pembahasan ini, Anda bisa memastikan apakah informasi tersebut merupakan mitos atau fakta. Anda juga bisa mempertimbangkan informasi lain seputar khitan:

Khitan Harus Sebelum Pubertas Agar Tubuh Berkembang

Mitos dan fakta seputar khitan yang pertama adalah khitan harus dilakukan sebelum pubertas. Hal ini untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak. Prosesi khitan memang identik sebagai bagian proses tumbuh kembang anak dan menuju kedewasaan anak.

Karena itu, kebanyakan anak laki-laki dikhitan sebelum pubertas atau pada usia anak-anak. Selain itu, banyak orang percaya bahwa khitan memang harus dilakukan sebelum pubertas. Jika tidak bisa, akan mempengaruhi tumbuh kembang anak di masa pubertas.

Misalnya saja, mempengaruhi perkembangan hormon dan tumbuh tinggi anak. Padahal, pemikiran ini hanyalah mitos semata. Perkembangan anak tidak pernah dipengaruhi faktor sudah dikhitan atau belum. Namun, tergantung pada faktor keturunan dan nutrisi yang diberikan pada anak.

Kulit Kulup Akan Sulit Dipotong Jika Telat Dikhitan

Salah satu alasan mengapa para orang tua seringkali mengkhitankan anak pada usia anak-anak. Karena ada kepercayaan, semakin tua anak dikhitan maka akan semakin sulit kulit kulup pada penisnya dipotong.

Kepercayaan ini ternyata hanya mitos saja, karena tidak ada hubungan ilmiah antara usia seseorang dengan tingkat kesulitan kulit kulup dipotong. Pada dasarnya, tekstur dan kemampuan pada bagian kulup akan sama saja. Tidak akan menjadi semakin tebal seiring dengan bertambahnya usia.

Apalagi, dengan adanya kemajuan teknologi kesehatan saat ini. Maka, akan semakin mungkin dan mudah untuk melakukan proses khitan di berbagai usia sekalipun. Namun, memang ada sebaiknya khitan dilakukan pada usia anak-anak.

Karena pada masa ini, tubuh manusia memiliki kemampuan penyembuhan yang paling baik dan maksimal.

Tidak Boleh Berlari-Lari Menjelang Disunat

Banyak orang tua yang akan menyuruh anak laki-lakinya banyak istirahat dan tetap di rumah menjelang disunat. Minimal 3 hari menjelang disunat, anak laki-laki disuruh di rumah saja dan secara spesifik diminta untuk tidak berlari-lari dan bermain terlalu lelah.

Berlari-lari dianggap akan membuat jantung berdegup lebih kencang, menyebabkan darah akan dipompa lebih cepat dan lebih banyak. Muncul rasa khawatir, jika anak disunat dalam kondisi ini akan membuat darah yang keluar saat sunat akan semakin banyak.

Ternyata pemikiran ini salah besar, keluarnya banyak darah ketika disunat bukan karena anak sering berlari-lari. Namun, karena merasa tegang ketika disunat. Rasa tegang ini juga bisa membuat jantung berdegup lebih kencang.

Dilarang Berenang di Laut

Mitos dan fakta seputar khitan yang akan dibahas selanjutnya adalah dilarang untuk berenang di laut setelah khitan. Mitos ini mengatakan bahwa anak-anak yang baru saja disunat dilarang keras untuk berenang di laut. Karena berkaitan dengan alasan magis.

Namun ternyata, informasi ini tidak hanya sebatas mitos dan ada alasan medis yang bersifat fakta. Anak laki-laki yang sudah disunat memiliki luka pada penis yang kondisinya sangat rentan terkena infeksi. Air laut adalah salah satu media infeksi yang bisa memperparah luka tersebut.

Karena itu, ada baiknya untuk anak laki-laki tidak berenang di laut sebelum luka tersebut benar-benar sembuh. Hal tersebut, bisa menghindari infeksi lebih lanjut pada luka khitan. Jadi, bisa dipastikan bahwa mitos ini bukan hanya sekedar mitos melainkan fakta.

Sunat Gaib Oleh Jin

Ada beberapa fenomena unik, di mana penis anak laki-laki akan mengecil dan tiba-tiba kulit kulupnya atau kulit luarnya menghilang. Hal ini membuat penis anak laki-laki tersebut sudah selesai dikhitan. Fenomena ini seringkali disebut sebagai sunat gaib oleh jin.

Namun sebenarnya, fenomena ini tidak ada hubungannya dengan hal magis. Dalam dunia medis, fenomena ini disebut sebagai paraphimosis. Kondisi seolah tidak ada kulit pada kepala penis karena sebenarnya kulit tertarik ke bagian belakang.

Sebenarnya situasi ini berbahaya untuk kesehatan anak laki-laki. Karena itu, jika hal ini terjadi anak laki-laki yang mengalaminya harus segera dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan seperti operasi lanjutan. Karena bisa jadi situasinya berbahaya bagi si anak.

Tidak Boleh Makan Protein Hewani

Setelah sunat, anak laki-laki biasanya dilarang untuk makan makanan yang merupakan protein hewani. Seperti daging, ikan, dan telur karena dianggap berbahaya bagi kesehatan anak yang sudah sunat. Karena dapat memperlambat kesembuhan luka setelah disunat.

Ternyata pemikiran ini mitos semata bahkan bisa dibilang salah besar. Faktanya, konsumsi protein hewani sebenarnya sangat dibutuhkan oleh anak laki-laki setelah sunat. Karena makanan seperti daging, telur, dan ikan memiliki protein yang tinggi.

Kandungan protein ini bisa membantu untuk mempercepat kesembuhan luka setelah khitan. Dengan catatan, harus diimbangi dengan kandungan nutrisi yang lain. Karena ada kandungan dan nutrisi lain yang bisa mempengaruhi kesembuhan luka khitan.

Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh setelah khitan memang harus diawasi. Namun, bukan berarti mencegah konsumsi protein hewani seluruhnya.

Lebih Cepat Disunat Akan Lebih Lancar Bertumbuh

Mitos dan fakta seputar khitan berikutnya adalah semakin cepat anak disunat, maka akan lebih lancar pertumbuhannya. Memang banyak masyarakat yang menghubungkan sunat dengan pertumbuhan anak. Harapannya anak-anak bisa tumbuh maksimal setelah disunat.

Maka dari itu, banyak orang yang ingin segera mengkhitan anaknya. Dengan harapan tumbuh kembangnya semakin lancar dan maksimal. Namun, sebenarnya tidak ada hubungan antara khitan dan pertumbuhan anak.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pertumbuhan anak bergantung sepenuhnya dengan faktor genetika dan nutrisi yang diberikan pada anak. Namun, memang proses sunat lebih baik dilakukan pada usia anak-anak.

Namun, bukan karena agar memaksimalkan pertumbuhan anak. Melainkan agar luka lebih cepat pulih dan sembuh. Karena kemampuan penyembuhan luka pada usia anak-anak lebih baik daripada di usia dewasa. Selain itu, waktu untuk beristirahat lebih banyak di usia anak-anak.

Kesimpulan

Jika mendengar informasi lain mengenai khitan yang belum tentu fakta, maka Anda harus mengecek terlebih dahulu kebenarannya sebelum mengikuti apalagi mempercayainya. Bisa saja, mitos tersebut memang hanya isapan jempol saja.

Namun, mungkin saja mitos tersebut adalah sebuah fakta yang bisa membantu Anda nantinya. Dengan informasi mitos dan fakta seputar khitan di atas. Anda bisa memastikan informasi mana yang bisa dipercaya dan mana yang sebaiknya dihindari.

Bagikan artikel: