Biaya Pernikahan Adat Lampung dan 10 Upacaranya

5/5 - (211 votes)

Indonesia memiliki banyak upacara pernikahan yang diselenggarakan sesuai adat, contohnya seperti pernikahan adat bali dan lampung. Bukan rahasia lagi, jika upacara adat ini biasanya menelan biaya yang tidak murah. Bukan rahasia lagi, jika biaya pernikahan adat Lampung merupakan salah satu yang paling fantastis di Indonesia.

Mulai banyaknya acara yang harus dilakukan, penyelenggaraan pesta pernikahan yang memakan waktu berhari-hari, sampai dengan seserahan dan mahar yang harus sesuai dengan permintaan pihak perempuan. Hal ini membuat Lampung termasuk adat dengan biaya pernikahan paling tinggi.

Jika di total dari sebelum menikah sampai dengan setelah menikah, ada 10 prosesi adat yang harus dilewati oleh calon pengantin. Setiap upacara adat yang dilakukan pasti menelan biaya tertentu tergantung prosesi yang dilakukan.

Biaya Pernikahan Adat Lampung Pada Setiap Upacaranya

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pernikahan dalam Adat Lampung diadakan dalam 10 upacara . Mulai dari sebelum pernikahan sampai setelah pernikahan dengan setiap upacara memiliki biaya sendiri. Berikut adalah biaya pernikahan adat Lampung dan pengeluarannya pada setiap upacara:

Nindai

Nindai adalah prosesi pertama dalam rangkaian nikah adat Lampung. Upacara ini bisa dibilang merupakan proses penilaian oleh orang tua laki-laki apakah memang sang gadis berkenan untuk dinikahi atau tidak.

Secara tradisional, acara ini diadakan di Balai Adat. Namun, banyak juga yang menyelenggarakannya di rumah. Sebenarnya, biaya upacara relatif terjangkau, karena pihak laki-laki dan perempuan tidak perlu menyiapkan apa-apa dan hanya perlu menggunakan baju adat saja.

Namun, berbeda kasusnya jika salah satu dari mempelai merupakan orang yang berasal dari luar Lampung. Karena akan diadakan upacara Begawi Cakak Pepadun. Dalam kasus menikahi orang selain orang Lampung.

Begawi Cakak Pepadun merupakan tradisi yang paling memakan biaya bahkan bisa menghabiskan sampai ratusan juta rupiah. Karena mempelai yang berasal dari luar suku Lampung harus mendapatkan tempat di keluarga suku Lampung asli.

Prosesi ini tujuannya untuk memberikan gelar pada pengantin yang berasal dari suku selain Lampung. Biaya untuk prosesi ini tidak termasuk mahar dan biaya prosesi yang disebutkan sebelumnya.

Nunang

Biaya pernikahan adat Lampung pada upacara selanjutnya sudah mulai cukup besar. Karena setelah kedua orang tua mempelai setuju akan diadakan prosesi Nunang yang merupakan prosesi lamaran dalam adat Lampung.

Sebagaimana lamaran, pihak laki-laki akan membawa beberapa seserahan. Namun, pada prosesi awal ini seserahan yang diberikan merupakan seserahan simbolis merupakan makanan. Biasanya merupakan dodol dan sirih pinang.

Jumlah makanan yang dibawa harus sesuai dengan tahta sang calon laki-laki. Jadi, bisa dibilang semakin tinggi kedudukannya harus semakin banyak. Jadi, semakin banyak biaya yang dikeluarkan perkiraannya mungkin mulai dari ratusan ribu sampai dengan Rp15.000.000.

Seserahan ini hanya seserahan awal, jadi nantinya pada acara akad pernikahan. Pihak laki-laki akan memberikan lebih banyak seserahan lagi.

Nyirok

Prosesi selanjutnya adalah Nyirok yang bertujuan untuk mengikat sang gadis dengan sang pemuda. Pada upacara ini akan dilakukan ritual simbolis yaitu orang tua laki-laki akan mengikatkan kain Jung Sarat pada pinggang perempuan sebagai simbol perempuan tersebut sudah terikat.

Minimal panjang kain dililitkan harus 1 meter, dengan makna agar kedua mempelai saling berjodoh dan bisa dihindarkan dari berbagai halangan. Kain Jung Sarat merupakan kain tradisional yang mahal per meternya bisa mencapai harga Rp2.000.000 sampai dengan Rp10.000.000.

Berunding

Upacara satu ini bisa dibilang merupakan penentuan biaya pernikahan adat Lampung yang sebenarnya. Karena pada prosesi ini, pihak laki-laki akan mengirimkan perwakilannya ke rumah pihak perempuan dengan membawa dudul cumbi.

Kemudian, perwakilan tersebut akan membahas berbagai keperluan menikah. Mulai dari mahar yang dikehendaki, uang jujur yang akan diberikan, seserahan yang diinginkan. Sampai dengan tanggal dan tempat pelaksanaan pernikahannya.

Sesimburan

Upacara sesimburan bisa dibilang tidak jauh berbeda dengan acara siraman. Dalam adat Lampung lebih afdol jika dilakukan dekat sumur atau sungai. Namun, tidak ada masalah jika dilakukan di rumah seperti biasa.

Biaya acara ini ditanggung oleh pihak perempuan. Tergantung dengan skala acaranya bisa saja menelan biaya mulai dari Rp1.000.000 sampai dengan Rp15.000.000.

Betanges

Sebenarnya betanges merupakan bagian dari Sesimburan, jadi biasanya biayanya sudah dijadikan satu. Betanges sendiri merupakan upacara mandi uap dengan bahan-bahan rempah yang berlangsung sekitar 15 sampai dengan 25 menit.

Berparas

Berparas juga merupakan bagian dari upacara Sesimburan dengan tujuan membersihkan diri. Jadi, biayanya juga dijadikan satu dengan sesimburan. Pada upacara ini, bulu-bulu halus pada tubuh perempuan akan dicabuti agar bisa tampil lebih sempurna di hari pernikahan.

Akad Nikah

Upacara Pernikahan Adat Lampung
Foto : IG @ligartphotography

Prosesi akad nikah di adat Lampung sama dengan prosesi akad nikah pada umumnya. Biaya yang dikeluarkan tergantung dengan hasil prosesi berunding. Semakin tinggi tahta laki-laki dan tingginya pendidikan perempuan maka pihak perempuan bisa meminta mahar yang tinggi.

Mulai dari jutaan rupiah sampai dengan ratusan juta, karena itu sulit untuk memperkirakan biaya di prosesi ini karena memang tergantung kemampuan kedua mempelai.

Ngerukuk

Proses ini bisa dibilang merupakan prosesi membawa pulang pengantin perempuan ke rumah pihak laki-laki. Syaratnya, perempuan harus dibawa dengan kereta beroda empat dengan laki-laki membawa tombak yang sudah dihiasi kendi berkepala dua dan kelapa di bagian ujung.

Makna dari upacara ini adalah agar kedua pengantin diberi umur panjang dan berkah. Keduanya akan melakukan seluyuran dengan iringan musik tradisional. Untuk prosesi ini, dibutuhkan biaya sewa kendaraan jika pihak laki-laki tidak memiliki kendaraan sesuai kriteria.

Kemudian menyiapkan tombak dan segala prosesinya sehingga biaya yang dibutuhkan bisa mulai dari Rp2.000.000 sampai dengan Rp5.000.000.

Tabuhan Talo Balak

Seperti yang disebutkan, bahwa pengantin perempuan akan diiringi dengan alunan musik tradisional. Alunan musik ini tidak boleh berupa rekaman namun harus dimainkan secara langsung. Karena merupakan bagian dari prosesi tabuhan talo balak.

Karena itu, pihak laki-laki harus mengeluarkan budget mulai dari Rp10.000.000 sampai dengan Rp20.000.000. Untuk menyewa pemain dan alat musik tradisional Lampung.

Biaya di atas merupakan perkiraan saja untuk setiap upacaranya. Perlu dicatat biaya di atas belum termasuk rincian mahar dan seserahan sebenarnya yang diberikan kepada pihak perempuan. Seserahan pada Adat Lampung biasanya merupakan peralatan rumah tangga.

Mulai dari kasur, dipan, lemari, dan berbagai peralatan lainnya. Jadi estimasi yang dituliskan di atas, sudah pasti bisa lebih tinggi. Belum juga termasuk dengan biaya resepsi tambahan, jika kedua keluarga menghendaki acara tersebut.

Kesimpulan

Berikut adalah kesimpulan dari invi berdasarkan tabel rentang harga dari biaya pernikahan adat Lampung pada setiap upacaranya:

UpacaraKisaran Biaya
NindaiTergantung pada kompleksitas
NunangRp100.000 – Rp15.000.000
NyirokRp2.000.000 – Rp10.000.000
BerundingTergantung pada kesepakatan
SesimburanRp1.000.000 – Rp15.000.000
BetangesSudah termasuk dalam Sesimburan
BerparasSudah termasuk dalam Sesimburan
Akad NikahTergantung pada kesepakatan
NgerukukRp2.000.000 – Rp5.000.000
Tabuhan Talo BalakRp10.000.000 – Rp20.000.000
Kisaran biaya pernikahan adat lampung

Perlu dicatat bahwa biaya tersebut hanya perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk kompleksitas acara, lokasi, dan preferensi pribadi. Selain itu, biaya tersebut belum termasuk mahar dan seserahan sebenarnya yang biasanya berupa peralatan rumah tangga. Anda juga bisa menggunakan undangan pernikahan digital supaya lebih modern.

Itulah berbagai biaya pernikahan adat Lampung yang perlu dikeluarkan pada setiap upacaranya. Walaupun terkesan mahal, namun sebenarnya tidak ada masalah selama pihak yang menikah mampu memenuhinya. Selain itu, upacara ini sebagai penghargaan pada budaya dan leluhur adat.

Bagikan artikel: