
Apa Arti Kehamilan Term, Preterm, dan Post Term?
Banyak pasangan muda atau calon orang tua bingung saat melihat tulisan “term”, “preterm”, atau “post term” di catatan kontrol, hasil USG, atau saat dokter membahas HPL. Artikel ini menjawab secara jelas apa arti kehamilan term, preterm, dan post term, lengkap dengan rentang minggu, contoh kasus harian (misalnya 36+5 atau 41+3), serta alasan mengapa istilah ini penting. Dengan memahami istilahnya, Anda bisa membaca “status minggu kehamilan” dengan lebih tenang dan tidak salah menangkap maksud tenaga kesehatan, karena beda 1–2 minggu menjelang lahir bisa punya arti klinis yang berbeda.
Catatan: Konten ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan saran dokter/bidan yang memeriksa kondisi Anda.
Daftar Isi
Arti Term, Preterm, dan Post Term Itu Apa?

Secara sederhana, istilah-istilah ini adalah “label” untuk usia kehamilan saat persalinan terjadi (atau saat kehamilan berada di fase menjelang persalinan).
- Preterm: persalinan yang dimulai sebelum 37 minggu kehamilan selesai.
- Term: kehamilan yang sudah masuk rentang “cukup bulan” (mulai 37 minggu), namun dalam dunia medis biasanya masih dibagi lagi menjadi early/full/late term.
- Post term (postterm): kehamilan yang berlangsung 42 minggu atau lebih.
Agar tidak bingung, perhatikan tabel ringkas berikut.
Klasifikasi usia kehamilan (minggu + hari)
| Istilah | Rentang usia kehamilan | Bahasa gampangnya | Catatan singkat |
|---|---|---|---|
| Preterm | < 37 minggu | lahir “kurang bulan” | makin muda usia kehamilan, biasanya butuh pemantauan lebih ketat |
| Early term | 37+0 s/d 38+6 | sudah cukup bulan, tapi masih “awal” | organ bayi masih “finishing” |
| Full term | 39+0 s/d 40+6 | cukup bulan “paling ideal” | banyak panduan menilai minggu 39–40 sebagai rentang term yang paling matang |
| Late term | 41+0 s/d 41+6 | lewat HPL sedikit | biasanya mulai lebih sering dipantau |
| Post term (postterm) | ≥ 42+0 | lewat HPL cukup jauh | butuh evaluasi/pemantauan sesuai kondisi ibu-bayi |
Catatan format 37+2 artinya 37 minggu 2 hari.
Kenapa Istilah Ini Penting (Bukan Sekadar “Label”)
Istilah term/preterm/postterm membantu tenaga kesehatan “membaca konteks” secara cepat. Beberapa alasannya:
- Membantu menilai kematangan bayi
Menjelang akhir kehamilan, pematangan organ (mis. paru dan otak) masih terjadi. Itulah sebabnya istilah “term” dipecah lagi menjadi early/full/late term, karena outcome bayi bisa berbeda antar minggu tersebut. - Membantu menentukan pola pemantauan
Misalnya, pada kehamilan yang melewati 41 minggu, banyak pedoman menekankan pentingnya diskusi opsi pemantauan dan/atau induksi sesuai kondisi klinis. - Membuat komunikasi lebih presisi
Dibanding berkata “sudah cukup bulan”, dokter bisa mengatakan “early term 38 minggu” yang lebih spesifik.
Cara Menentukan Usia Kehamilan yang Dipakai (HPHT vs USG)
Banyak kebingungan sebenarnya bukan pada istilahnya, tapi pada angka minggu yang dipakai. Umumnya ada dua acuan:
- HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir): acuan paling sering dipakai untuk hitung awal kehamilan, terutama jika siklus haid teratur.
- USG: membantu memperkirakan usia kehamilan berdasarkan ukuran janin, terutama bila HPHT tidak yakin atau siklus tidak teratur.
Kenapa bisa berbeda beberapa hari sampai 1–2 minggu? Karena tidak semua orang ovulasinya “tepat di tengah siklus”, siklus bisa lebih panjang/pendek, dan tanggal pembuahan bisa bergeser. Pada praktiknya, tenaga kesehatan memilih acuan yang paling masuk akal berdasarkan riwayat dan hasil pemeriksaan.

Jika Anda ingin cek cepat minggu kehamilan berdasarkan data yang Anda punya, Anda bisa menggunakan kalkulator usia kehamilan online agar pembacaan minggu + hari menjadi lebih jelas, terutama saat membandingkan dengan HPL.
Memahami “Term” Lebih Detail: Early Term, Full Term, Late Term
Dulu, banyak orang menyebut “term” itu rentang 37–42 minggu. Namun karena bukti menunjukkan ada perbedaan hasil antara minggu-minggu di rentang tersebut, ACOG mengusulkan pembagian yang lebih spesifik: early term, full term, late term, dan postterm.
Apa bedanya early term vs full term vs late term?
Bayangkan “cukup bulan” itu seperti produk yang sudah “jadi”, tetapi ada fase finishing. Pada early term (37–38 minggu), bayi umumnya sudah bisa lahir dengan baik, namun sebagian pematangan masih berlangsung. Pada full term (39–40 minggu), tingkat kematangan rata-rata dianggap paling optimal. Pada late term (41 minggu), kehamilan sudah melewati titik perkiraan lahir (HPL) sehingga biasanya diskusi pemantauan menjadi lebih aktif.
Rentang “term” dan arti sederhananya
| Kategori | Rentang | Cara menjelaskan ke keluarga | Gambaran umum |
|---|---|---|---|
| Early term | 37+0 s/d 38+6 | “cukup bulan, tapi masih awal” | sebagian bayi bisa butuh adaptasi lebih banyak dibanding 39–40 minggu |
| Full term | 39+0 s/d 40+6 | “cukup bulan yang paling matang” | sering dianggap rentang term paling ideal |
| Late term | 41+0 s/d 41+6 | “lewat HPL sedikit” | biasanya mulai lebih sering dipantau |
| Post term | ≥ 42+0 | “lewat HPL cukup jauh” | perlu evaluasi sesuai kondisi ibu-bayi |
Memahami “Preterm” dan Kaitannya dengan “Prematur”
Preterm vs prematur: sama atau beda?
Dalam percakapan sehari-hari, “prematur” sering dipakai untuk menyebut bayi yang lahir terlalu cepat. Dalam istilah medis, preterm lebih spesifik: bayi lahir hidup sebelum 37 minggu kehamilan selesai.
Jadi, “prematur” adalah istilah umum di masyarakat, sedangkan “preterm” adalah istilah klinis yang terukur dengan angka minggu.
Kategori preterm (ringkas, tapi penting untuk dipahami)
WHO membagi preterm menjadi beberapa subkategori berdasarkan usia kehamilan.
Kategori preterm menurut usia kehamilan
| Kategori | Rentang | Gambaran umum (bahasa sederhana) |
|---|---|---|
| Extremely preterm | < 28 minggu | sangat dini, biasanya perlu perawatan intensif |
| Very preterm | 28 s/d < 32 minggu | dini, umumnya butuh pemantauan/perawatan lebih ketat |
| Moderate to late preterm | 32 s/d < 37 minggu | lebih mendekati cukup bulan, tapi tetap “kurang bulan” |
Tanda yang sering membuat ibu hamil perlu evaluasi lebih cepat
Tujuan bagian ini bukan untuk “mendiagnosis”, tetapi memberi gambaran kapan Anda sebaiknya tidak menunda konsultasi, terutama jika usia kehamilan masih jauh dari 37 minggu. Misalnya: kontraksi teratur yang makin sering, cairan merembes seperti air ketuban, perdarahan, atau gerak janin terasa berkurang dibanding biasanya. Jika ragu, lebih aman berkonsultasi langsung agar dinilai oleh tenaga kesehatan.
Memahami “Post Term/Postterm” (Lewat HPL) dan Apa yang Biasanya Dibahas Dokter

Postterm itu kapan?
Secara definisi, postterm adalah 42 minggu atau lebih.
Sementara rentang 41+0 s/d 41+6 disebut late term, bukan postterm.
Ini penting, karena banyak orang menyebut “post term” padahal baru 41 minggu.
Kenapa bisa lewat HPL?
Alasan yang paling sering:
- Perkiraan HPL memang estimasi, bukan tanggal pasti.
- Ovulasi/pembuahan bisa lebih lambat dari “perhitungan standar”.
- HPHT tidak selalu akurat (terutama bila siklus tidak teratur).
- Tanggal pemeriksaan USG awal tidak tersedia atau tidak menjadi acuan utama.
Apa yang biasanya dibahas saat 41 minggu?
Pada kehamilan yang berjalan tanpa komplikasi, pedoman NICE menekankan memberi kesempatan terjadinya persalinan spontan, sambil melakukan diskusi berbasis risiko-manfaat terkait kelanjutan kehamilan dan opsi induksi/pemantauan.
Intinya: bukan “panik”, tetapi mulai masuk fase di mana pembicaraan klinis menjadi lebih aktif dan terarah.
Contoh Cepat: 36+5, 37+2, 39+4, 41+3, 42+1 Itu Masuk Kategori Apa?
Bagian ini biasanya paling “mengena” karena pembaca sering mencari contoh persis seperti catatan kontrolnya.
Contoh usia kehamilan → kategori → arti sederhana
| Usia kehamilan | Masuk kategori | Artinya secara sederhana |
|---|---|---|
| 36+5 | Preterm | masih kurang dari 37 minggu (kurang bulan) |
| 37+2 | Early term | sudah cukup bulan, tapi baru masuk fase awal term |
| 38+6 | Early term | masih early term (belum full term) |
| 39+4 | Full term | sudah masuk full term (rentang term paling matang) |
| 41+3 | Late term | lewat HPL sedikit, masuk late term |
| 42+1 | Postterm | sudah melewati 42 minggu, postterm |
Jika Anda sering bingung format “minggu+hari”, cara paling mudah adalah memastikan terlebih dulu hitungan minggu Anda hari ini, lalu bandingkan dengan tabel klasifikasi di atas.
Kapan Harus Konsultasi Lebih Cepat? Checklist Aman untuk Pembaca
Setiap kehamilan berbeda. Namun, ada beberapa kondisi yang umumnya perlu segera dikonsultasikan (terutama jika muncul mendadak atau memburuk):
- Perdarahan dari jalan lahir
- Cairan ketuban merembes/pecah
- Kontraksi teratur yang makin sering (terutama sebelum 37 minggu)
- Gerak janin berkurang dibanding biasanya
- Nyeri perut hebat, pusing berat, sesak, atau demam tinggi
- Sakit kepala hebat disertai pandangan kabur atau bengkak mendadak
Jika Anda mengalami salah satu hal di atas, sebaiknya tidak menunda untuk berkonsultasi ke dokter/bidan atau fasilitas kesehatan terdekat.
Hubungkan dengan “Usia Kehamilan Normal Sampai Berapa Minggu?”
Banyak pertanyaan lanjutan setelah memahami istilah term/preterm/postterm adalah: “Kalau begitu, sebenarnya usia kehamilan normal itu sampai berapa minggu?” Karena inilah konteks yang membuat pembagian term dan postterm terasa lebih masuk akal.
Untuk pembahasan yang lebih fokus tentang rentang normal kehamilan, variasi yang masih dianggap wajar, serta cara membaca konteks “lewat HPL”, Anda bisa lanjut membaca artikel usia kehamilan normal agar pemahaman Anda lebih utuh.
FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan
37 minggu apakah sudah cukup bulan?
Secara klasifikasi, 37 minggu sudah masuk rentang term, tepatnya early term (37+0 s/d 38+6).
38 minggu termasuk term atau belum?
Term. Lebih spesifik, 38 minggu masih termasuk early term, selama belum melewati 38+6.
39 minggu itu full term?
Ya. Full term dimulai dari 39+0 sampai 40+6.
41 minggu termasuk late term atau postterm?
Late term, bukan postterm. Postterm baru dimulai 42+0.
42 minggu apakah pasti postterm?
Secara definisi, ya: 42+0 dan seterusnya = postterm.
Preterm itu sama dengan prematur?
Dalam bahasa sehari-hari sering dianggap sama. Namun secara klinis, preterm punya definisi terukur: lahir sebelum 37 minggu selesai.
Lewat HPL beberapa hari masih normal?
Banyak kehamilan bisa melahirkan alami antara 37–42 minggu. Namun setelah memasuki 41 minggu, biasanya tenaga kesehatan mulai berdiskusi lebih serius tentang pemantauan dan pilihan tata laksana, tergantung kondisi ibu dan bayi.
Kenapa HPL bisa meleset?
Karena HPL adalah estimasi berdasarkan pola rata-rata. Ovulasi/pembuahan tidak selalu terjadi pada hari yang “diprediksi”, HPHT bisa tidak akurat, dan siklus haid dapat bervariasi.
Usia kehamilan lebih akurat HPHT atau USG?
Tergantung situasi. HPHT sering dipakai bila siklus teratur dan tanggalnya yakin. USG membantu bila HPHT tidak pasti atau siklus tidak teratur. Tenaga kesehatan biasanya memilih acuan yang paling konsisten dengan kondisi klinis.
Kapan biasanya induksi dipertimbangkan bila lewat HPL?
Kebijakan bisa berbeda tergantung negara, fasilitas, dan kondisi ibu-bayi. Namun pedoman NICE menekankan diskusi dan pengambilan keputusan yang mempertimbangkan kondisi klinis ketika kehamilan melewati 41 minggu.
Kesimpulan
Memahami term, preterm, dan post term pada dasarnya adalah memahami “kategori usia kehamilan” di sekitar waktu persalinan. Preterm berarti sebelum 37 minggu, term dimulai dari 37 minggu namun dibagi lagi menjadi early/full/late term, dan postterm dimulai pada 42 minggu.
Dengan tabel klasifikasi dan contoh kasus di atas, Anda bisa membaca catatan kontrol dengan lebih yakin. Jika masih bingung menghitung format minggu+hari, gunakan kalkulator usia kehamilan online untuk memastikan angka yang tepat, lalu bandingkan dengan rentang klasifikasinya. Dan bila Anda ingin konteks lebih lengkap tentang rentang normal dan batas wajar usia kehamilan, lanjutkan ke artikel usia kehamilan normal.
