Kehadiranku mungkin sudah sangat terlambat untuk bisa jadi cinta pertamamu, tapi akulah orang yang akan menemani hidupmu sampai jejak terakhir, tak semua indah muncul di awal kisah sayang, bukankah matahari tampak lebih indah saat dia mulai terbenam?
Caramu menerima kekuranganku yang sejak awal telah kuperlihatkan adalah cara tuhan membimbingku untuk meyakini bahwa aku harus menitipkan hidupku kedalam penjagaanmu.
Sejawatku sudah lama menjalani babak ini, dan aku baru memulainya saat sudah tiga puluh lima kali aku merayakan hari kelahiranku.
Jadi, tak perlu ku kabarkan padamu seberapa panjang jalan yang sudah kulewati sebelum akhirnya aku menemukanmu.
Keterlambatan ini tak ku anggap sebagai sebuah hukuman atau kutukan dari tuhan, melainkan sebuah tugas agar aku terlebih dahulu berperang dalam hidupku sebagai seorang kesatria untuk mewujudkan perdamaian yang nantinya akan kuhadiahkan untukmu.
Aku melihatmu sebagai sebuah keistimewaan yang bahkan kehadiranmu tidak dapat digantikan oleh surga dan isinya, apalagi hanya sekedar dunia. Layaknya kehadiran hawa disisi adam kala di nirwana. Meski surga dapat memberikan segalanya, kecuali menghapus kesepian atas ketiadaan wanita.
Cintaku jauh dari sempurna, namun cintaku bukan sekedar suasana luhur batin yang melayang ditengah kenyataan. Melainkan kesediaan menjalani tanggung jawab. Cinta yang tak selalu berbunyi riuh. Ada kasih yang justru matang dalam keheningan. Karena Keheningan adalah tempat dimana hati paling mudah mendengarkan kebenaran.
Kebenaran cinta...
Teguh Pranata