Bahkan jauh sebelum semua ini, saat kami masih sebatas teman kerja, dia pernah bertanya kepada ayahku,
“Rosita mau nikah kapan, Pak?”
Dan ayahku menjawab,
“Terserah anaknya mau kapan.”
Saat itu aku ada di sana, mendengar semuanya… tanpa pernah menyangka bahwa percakapan sederhana itu adalah awal dari takdir kami.Dari sahabat, menjadi pasangan, dan kini menuju masa depan bersama.