Jadian
Seiring berjalannya waktu dan masa perkuliahan yang hampir usai, Ifran akhirnya memberanikan diri mengungkapkan perasaannya kepada Herta di Thamrin Plaza, seusai menonton bioskop bersama teman-teman. Meski Herta sempat diliputi keraguan, kami tetap memilih mencoba menjalani hubungan tersebut, walau diawali dengan kecanggungan karena selama ini kenyamanan sebagai sahabat telah lebih dulu terbangun.
Usai menyelesaikan perkuliahan, kami merantau ke Jakarta untuk mencari pengalaman dan pekerjaan. Namun, perjalanan itu tidak berlangsung lama bagi Herta yang hanya bertahan selama satu tahun sebelum memutuskan kembali ke rumah. Dalam hubungan ini, kami telah melewati berbagai fase suka dan duka—berjuang bersama di Jakarta, melanjutkan studi PPG Prajabatan di Jambi, hingga akhirnya sama-sama bekerja di Sumatera Utara. Takdir kembali menguji jarak ketika Herta ditempatkan di Palembang, sementara Ifran menetap dan bekerja di Tebing Tinggi, Sumatera Utara.
Dalam perjalanan tersebut, Herta sempat mengajak untuk mengakhiri hubungan sebanyak empat kali. Pada percobaan keempat, kami hampir sepakat untuk benar-benar berpisah, dan saat itu Ifran telah pasrah menerima kemungkinan berakhirnya kisah ini. Namun, terlintas kembali sebuah kalimat yang sejak awal kami sepakati: bahwa hubungan ini dibangun oleh dua orang, dan jika harus diakhiri, pun harus dilakukan oleh dua orang dengan kesadaran dan keikhlasan yang sama.