
15 Makanan dan Minuman Khas Sunda Untuk Pernikahan
Jika Anda ingin mengenal makanan dan minuman khas sunda dengan cara yang mudah dan menyenangkan, artikel ini adalah panduan lengkap yang bisa Anda simpan. Dalam 100 kata pertama ini, kami menyebutkan kata kunci utama makanan dan minuman khas sunda sebagai fokus bahasan. Anda akan menemukan ciri rasa, contoh menu, hingga inspirasi penyajian di rumah atau acara besar. Kami juga menyinggung kaitannya dengan budaya dan perayaan, termasuk rekomendasi menu untuk acara keluarga maupun pernikahan bernuansa Sunda. Untuk Anda yang sedang merencanakan resepsi, silakan baca juga panduan undangan adat sunda agar tema kuliner dan konsep acara selaras dari awal.
Daftar Isi
Ciri Khas Kuliner Sunda
Segar, Gurih Ringan, Seimbang Pedas Kuliner Sunda dikenal ringan, segar, dan mengutamakan keaslian rasa bahan. Tiga ciri makanan dan minuman khas sunda paling menonjol adalah:
- Segar: Banyak sayuran mentah atau setengah matang yang disajikan sebagai lalapan, dipadukan dengan sambal dadak yang dibuat seketika.
- Gurih ringan: Bumbu tidak terlalu “berat”, sehingga rasa utama ikan, ayam, atau sayuran tetap menonjol.
- Pedas seimbang: Pedas hadir sebagai aksen, bukan mendominasi. Karena itu pilihan sambal menjadi penting agar sesuai selera.
Teknik memasak umum meliputi pepes (mengukus dalam bungkus daun), tumis cepat, goreng kering, dan bakar. Bahan kunci yang sering muncul antara lain oncom, leunca, honje (kecombrang), cikur (kencur), kemangi, gula aren, serta terasi bakar. Kombinasi ini menghasilkan hidangan yang nikmat tanpa terasa “berat”, cocok untuk menu harian maupun hidangan pesta.
Makanan Pokok dan Lauk Unggulan Sunda

Nasi dan Karbohidrat Favorit
- Nasi Liwet Sunda: Nasi yang dimasak bersama bumbu sederhana seperti bawang, daun salam, serai, dan kadang ikan asin kecil. Aromanya wangi, cocok disajikan hangat dengan lauk goreng dan sambal.
- Nasi Timbel Komplit: Nasi hangat dibungkus daun pisang, disajikan dengan lauk seperti ayam goreng/bakar, empal gepuk, tahu-tempe, lalapan, dan sambal. Paket komplet yang identik dengan rumah makan Sunda.
- Nasi Tutug Oncom (TTO): Nasi hangat diaduk dengan oncom berbumbu. Rasanya gurih khas, sedap ditemani lalapan dan sambal hejo.
Lauk Andalan yang Selalu Dicari
- Pepes: Versinya beragam, dari pepes ikan mas, pepes peda, hingga pepes tahu jamur. Teknik pepes mengunci aroma dan kelembutan bahan, menghadirkan rasa kaya tanpa minyak berlebih.
- Empal Gepuk: Daging sapi yang dimemarkan, dimasak bumbu manis-gurih, lalu digoreng singkat agar bagian luarnya garing. Empal yang tepat empuk, berserat lembut, dan kaya rasa.
- Ayam Goreng Lengkuas/Bumbu Kuning: Gurih, renyah di luar, lembut di dalam. Taburan lengkuas menambah aroma dan tekstur.
- Ikan Gurame Goreng Terbang/Ikan Bakar Kecap: Presentasi gurame goreng sering jadi “primadona” di meja makan. Alternatifnya, ikan bakar kecap dengan olesan manis-gurih.
- Sate Maranggi Purwakarta: Potongan daging berbalut bumbu ketumbar-manis, biasa disajikan tanpa bumbu kacang. Enak dimakan dengan sambal tomat dan nasi panas.
Paduan favorit: nasi timbel + empal gepuk + ayam goreng lengkuas + lalapan + sambal dadak. Ini adalah paket rasa Sunda yang aman untuk semua usia.
Sayur, Lalapan, dan Sambal: Jiwanya Kuliner Sunda
Sayur yang Bikin Seimbang
- Sayur Asem Sunda: Kuah bening asam segar berisi labu siam, jagung, kacang panjang. Ringan dan menyegarkan, cocok menemani lauk goreng.
- Urap Sayur: Sayuran rebus dengan kelapa parut berbumbu. Gurih lembut, cocok untuk mereka yang mengurangi gorengan.
- Asinan Bandung: Campuran sayur atau buah dengan kuah asam-manis segar. Jadi pengimbang hidangan gurih.
Lalapan: Segar dan Menyehatkan
Lalapan bisa berupa mentimun, kemangi, kol, terong, tomat, hingga kacang panjang muda. Kuncinya adalah kesegaran. Lalapan memberi tekstur renyah dan menjadi penetral di sela-sela suapan lauk berbumbu.
Sambal yang Menentukan Karakter Rasa
- Sambal Dadak: Dibuat dadakan, biasanya dari cabai, tomat, terasi, gula, garam, dan jeruk limau. Segarnya sulit ditandingi.
- Sambal Goang: Minimalis, pedas tegas, cocok untuk pencinta sensasi cabai segar.
- Sambal Hejo/Cibiuk: Sambal hijau dengan dominan tomat hijau dan cabai rawit. Aromanya segar, pedasnya menggigit.
- Sambal Cikur (Kencur): Memberi aroma khas herbal yang wangi.
- Sambal Terasi: Rasa gurih-asin yang bikin nasi nambah.
Tips cepat: sediakan dua tingkat pedas—ringan dan pedas—agar semua tamu nyaman, terutama anak dan lansia.
Hidangan Bumbu Kacang: Segar, Mengenyangkan, Bersahabat di Lidah

- Karedok: Sayuran mentah (timun, kacang panjang, tauge, kol) disiram bumbu kacang dengan kencur. Rasa segar, renyah, dan aromatik.
- Lotek: Mirip gado-gado. Sayuran direbus lebih dulu, bumbu kacang cenderung manis-gurih, kerap dicampur oncom bakar untuk kedalaman rasa.
- Kupat Tahu Bandung: Potongan ketupat, tahu, tauge, siomay/kulit, disiram bumbu kacang dan kecap. Teksturnya lembut, pas untuk sarapan atau makan siang.
Perbedaan kunci karedok vs lotek terletak pada sayur mentah vs rebus. Keduanya cocok untuk pemula yang ingin mengenal rasa Sunda tanpa terlalu pedas.
Jajanan dan Camilan Populer: Teman Santai Sore Hari
- Bala-bala (bakwan): Renyah di luar, lembut di dalam. Cocok dicocol sambal.
- Gehu (tahu isi): Tahu isi sayur pedas, jadi favorit semua umur.
- Combro dan Misro: Keduanya berbahan singkong parut—combro diisi oncom pedas, misro berisi gula merah (manis).
- Cireng dan Cilok: Camilan aci (tepung tapioka) yang kenyal. Cireng biasa disajikan dengan bumbu rujak, cilok bisa berkuah atau berbumbu kacang.
- Batagor dan Siomay Bandung: Ikon jajanan Bandung. Batagor digoreng, siomay dikukus, keduanya disajikan dengan bumbu kacang, kecap, dan sambal.
- Seblak: Aci rebus pedas dengan topping beragam (bakso, ceker, sayur). Cocok bagi penikmat rasa pedas.
Skenario terbaik menikmati jajanan ini adalah sore hingga malam, ditemani teh hangat atau es cincau, sambil berkumpul bersama keluarga.
Dessert Tradisional Sunda: Manis, Legit, dan Bikin Rindu
- Colenak (Tape Bakar): Tape singkong yang dipanggang sebentar, disiram saus gula aren dan santan. Legit, wangi, dan hangat.
- Surabi (Manis dan Asin): Surabi Bandung punya banyak varian; dari kinca gula aren, oncom pedas, hingga keju modern. Tekstur empuk, aromanya khas.
- Dodol Garut: Oleh-oleh klasik—legit, kenyal, manis. Cocok sebagai souvenir acara.
- Wajit Cililin: Manis gurih dari ketan dan gula aren.
- Peuyeum Bandung: Tape singkong yang “berkarakter”, sering disajikan sebagai dessert ringan atau campuran es.
- Ali Agrem dan Awug: Kue tradisional yang sederhana namun memikat—pas untuk teman teh.
Untuk dessert table, kombinasikan potongan kecil dodol, wajit, dan surabi mini agar tamu dapat mencicipi beragam rasa tanpa cepat kenyang.
Minuman Khas Sunda

Minuman Dingin
- Es Cendol Bandung: Kuah santan manis, gula aren, dan cendol kenyal. Populer sepanjang tahun.
- Es Goyobod: Mirip es campur, dengan bahan agar-agar kenyal dan santan.
- Es Doger dan Es Oyen: Kaya bahan—kelapa muda, tape, alpukat—manis dan memuaskan.
- Es Cincau Hijau/Es Campur: Pilihan fleksibel, cocok untuk tamu dengan preferensi berbeda-beda.
- Es Kelapa Muda: Sederhana, segar, aman untuk semua usia.
Minuman Hangat
- Bandrek: Jahe, gula aren, rempah. Cocok untuk malam hari atau cuaca dingin.
- Bajigur: Lebih lembut dari bandrek; santan, gula aren, jahe, kadang disajikan dengan kolang-kaling.
- Sekoteng: Kuah jahe hangat dengan isian kacang hijau, roti, pacar cina.
- Kopi Tubruk dan Teh Tawar Panas: Pendamping setia hidangan gurih.
Tips memilih minuman khas sunda: sediakan satu pilihan dingin (es cendol/oyen) dan satu hangat (bandrek/bajigur) untuk menyesuaikan cuaca dan preferensi tamu.
Rekomendasi Menu Tematik untuk Berbagai Kebutuhan

Menu Rumahan Sehari Penuh (Pagi–Malam)
- Sarapan: Kupat tahu Bandung atau nasi tutug oncom + telur dadar.
- Makan siang: Nasi liwet + ayam bakar bumbu kuning + sayur asem + sambal hejo + lalapan.
- Snack sore: Bala-bala dan cireng, ditemani teh hangat.
- Makan malam: Pepes ikan mas + urap sayur + sambal dadak.
- Dessert: Surabi kinca atau colenak.
Menu Liwetan Keluarga
- Nasi liwet di hamparan daun pisang.
- Lauk: empal gepuk, ayam goreng lengkuas, pepes tahu jamur.
- Lalapan: mentimun, kemangi, kol, tomat.
- Sambal: dadak dan goang.
- Minuman: es kelapa muda dan bandrek. Konsep liwetan mendorong kebersamaan, cocok untuk 10–20 orang.
Menu Non-Pedas, Ramah Anak dan Lansia
- Lauk: ayam goreng bumbu kuning, gurame bakar kecap, tahu-tempe goreng.
- Sayur: sayur asem ringan, urap tanpa cabai.
- Sambal terpisah, dengan opsi sangat ringan.
- Dessert: dodol potong kecil, surabi manis.
- Minuman: es cincau gula aren (encer), teh tawar panas.
Menu Pescatarian/Vegetarian
- Pepes tahu jamur, pepes oncom.
- Karedok, lotek, urap sayur.
- Nasi timbel, nasi liwet tanpa tambahan daging.
- Topping: tempe bacem atau tempe goreng tepung.
- Sambal: sambal hejo rendah pedas.
Panduan Menu untuk Acara dan Pernikahan Adat Sunda

Menyusun menu makanan dan minuman khas sunda untuk suatu acara butuh keseimbangan rasa, variasi, dan alur penyajian.
Berikut prinsipnya:
- Mulai dari karbohidrat dan lauk utama, lanjut sayur, sambal, baru dessert dan minuman.
- Sediakan minimal 2 jenis lauk ayam/ikan dan 1 lauk daging, plus 1 opsi vegetarian.
- Pastikan ada 2 sambal berbeda tingkat pedas.
Paket Prasmanan Sunda (Contoh 100 Pax)
- Nasi: nasi liwet dan nasi putih.
- Lauk: ayam goreng lengkuas, empal gepuk, pepes ikan mas.
- Sayur: sayur asem, urap.
- Pendamping: tahu-tempe, kerupuk dorokdok, ikan asin jambal roti (opsional).
- Lalapan dan sambal: dadak dan hejo.
- Jajanan: bala-bala, siomay mini.
- Dessert: surabi mini berbagai rasa, colenak.
- Minuman: es cendol, teh panas, bandrek di malam hari. Estimasi porsi: 1,2–1,4 porsi per tamu untuk menu populer seperti ayam/empal agar tidak cepat habis.
Paket 300–500 Pax (Dengan Gubukan/Stall)
- Buffet utama: nasi timbel, ayam bakar bumbu kuning, empal gepuk, pepes tahu jamur, sayur asem, urap, lalapan, sambal.
- Gubukan populer:
- Sate maranggi (live grilling).
- Surabi live.
- Batagor/siomay Bandung.
- Es cendol dan es oyen.
- Alur antrian: tempatkan stall panas (maranggi, surabi) agak terpisah untuk mengurangi penumpukan.
- Tenaga saji: 1 pramusaji per 30–40 tamu untuk menjaga kebersihan dan kelancaran.
Tips Hemat Tanpa Mengorbankan Cita Rasa
- Pilih bahan musiman (ikan/ sayur) untuk harga bersahabat.
- Kurasi stall: 2–3 stall favorit sudah cukup.
- Lakukan test food dan finalisasi bumbu agar konsisten.
- Sediakan label menu (ikon pedas, vegetarian) supaya tamu mudah memilih.
Untuk elemen budaya, pertimbangkan menata menu yang selaras dengan prosesi. Anda bisa memadukannya dengan referensi lagu pernikahan adat sunda untuk suasana, serta memahami alur upacara pernikahan adat sunda agar waktu makan dan prosesi berjalan harmonis.
Variasi Daerah: Membawa Nuansa Lokal ke Meja Makan
- Bandung: batagor, siomay, mie kocok, surabi, peuyeum.
- Bogor: doclang dan asinan Bogor untuk sentuhan segar.
- Garut: dodol dan sambal cibiuk yang hijau mengilat.
- Tasikmalaya: seblak, dari ringan hingga super pedas.
- Purwakarta: sate maranggi, juara untuk stall live cooking.
- Cirebon (wilayah Jawa Barat): tahu gejrot dan empal gentong sebagai referensi perbandingan.
Membawa variasi daerah membuat prasmanan lebih bercerita. Anda bisa menata sudut “Bandung Street Food” (batagor, siomay, surabi) dan “Purwakarta Grill” (maranggi) agar tamu betah mengeksplorasi.
Bumbu Dasar dan Teknik Cepat Ala Sunda
- Bumbu tumis harian: bawang merah, bawang putih, kencur, cabai, garam, gula, dan terasi bakar—cukup untuk menumis oncom, membuat sambal, hingga menyiapkan urap.
- Bumbu pepes: bawang, cabai, kemiri, kunyit, ketumbar, daun salam, sereh, tomat, kemangi. Gunakan daun pisang muda untuk hasil lebih wangi.
- Bumbu empal gepuk: bawang putih, ketumbar, gula merah, garam; ungkep hingga empuk, tiriskan, baru goreng sebentar.
- Tips efisiensi:
- Siapkan bumbu halus dalam batch kecil dan simpan di kulkas 2–3 hari.
- Buat sambal dadak mendekati waktu makan agar aromanya maksimal.
- Pilih ikan segar mata bening dan sisik rapat; untuk ayam, pilih potongan seragam agar matang merata.
Tips Wisata Kuliner Sunda: Memilih Tempat Makan yang Tepat
- Perhatikan kesegaran lalapan dan rotasi pengunjung—tempat ramai cenderung punya perputaran bahan cepat.
- Sambal dibuat segar adalah nilai plus.
- Cek kebersihan area saji dan ketersediaan metode pembayaran non-tunai.
- Datang di jam awal makan siang atau menjelang malam untuk menghindari antrian panjang dan mendapatkan lauk baru matang.
FAQ Seputar Makanan dan Minuman Khas Sunda
T: Apa perbedaan karedok dan lotek?
J: Karedok memakai sayuran mentah, rasanya segar dengan aroma kencur. Lotek memakai sayuran rebus, bumbu kacangnya cenderung manis-gurih dan bisa ditambah oncom.
T: Menu Sunda apa yang cocok untuk anak-anak dan lansia?
J: Pilih lauk non-pedas seperti ayam goreng bumbu kuning, gurame bakar kecap, tahu-tempe, sayur asem ringan. Sediakan sambal terpisah dengan level pedas rendah.
T: Minuman terbaik untuk acara malam?
J: Bandrek dan bajigur sangat cocok. Tambahkan teh tawar panas untuk opsi netral, dan sediakan air mineral dingin sebagai pelengkap.
T: Berapa porsi prasmanan Sunda per pax?
J: Umumnya 1 porsi nasi, 1,2–1,4 porsi lauk utama (supaya tidak cepat habis), 0,8–1 porsi sayur, 1 porsi dessert kecil, dan 1–2 minuman per tamu.
T: Apakah ada opsi vegetarian?
J: Ada. Pepes tahu jamur, karedok, lotek, urap sayur, tempe bacem/goreng, serta sayur asem tanpa teri atau daging bisa jadi pilihan.
T: Bedanya sambal dadak, cibiuk, dan goang?
J: Sambal dadak dibuat sesaat sebelum makan, rasanya segar. Cibiuk berwarna hijau dengan tomat hijau dominan. Goang minimalis dan pedasnya tegas.
T: Tips menyusun stall agar antrian rapi?
J: Pisahkan stall panas (maranggi, surabi) dari buffet utama. Letakkan minuman di sisi berlawanan dari dessert. Sediakan papan nama menu dan alur satu arah.
T: Cocokkah menu Sunda untuk outdoor?
J: Cocok. Pilih menu yang tidak cepat layu (lauk goreng/bakar, pepes). Simpan sambal dan lalapan di tempat sejuk, dan sediakan tenda untuk stall live.
Glosarium Singkat Bahan/Bumbu Sunda
- Oncom: Produk fermentasi ampas kacang kedelai atau singkong, beraroma khas.
- Leunca: Buah ranti hijau kecil, sedikit pahit, sering ditumis dengan oncom.
- Honje/Kecombrang: Bunga aromatik untuk pepes/sambal.
- Cikur/Kencur: Rimpang beraroma tajam, kunci pada karedok dan sambal cikur.
- Gula Aren: Pemanis alami beraroma karamel yang hangat.
- Dorokdok: Kerupuk kulit khas, renyah dan gurih.
- Rangginang: Kerupuk nasi ketan yang dikeringkan lalu digoreng.
Penutup: Rangkuman dan Langkah Praktis
Makanan dan minuman khas Sunda memadukan segar, gurih ringan, dan pedas yang seimbang. Dari nasi liwet, empal gepuk, pepes, hingga karedok dan lotek; dari bala-bala, batagor, sampai surabi dan colenak; dari es cendol yang menyegarkan hingga bandrek yang menghangatkan—semuanya menawarkan pengalaman kuliner yang akrab namun kaya karakter. Untuk kebutuhan sehari-hari, Anda bisa mengadopsi menu tematik sederhana. Untuk acara besar atau pernikahan, padukan buffet dan stall populer seperti sate maranggi dan surabi live, serta sediakan minuman dingin dan hangat agar semua tamu puas.
Jika Anda sedang menyiapkan resepsi, selaraskan tema rasa, musik, dan prosesi. Gunakan referensi tentang lagu pernikahan, alur upacara, dan konsep undangan digital agar pengalaman tamu lengkap dari undangan, kedatangan, hingga santap bersama. Dengan perencanaan yang tepat, kuliner Sunda tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mengikat momen berharga menjadi kenangan yang hangat.
