Aku tidak pernah menyesali keputusanku untuk menempuh Pendidikan jauh dari rumah.Tahun pertama, kita tidak saling mengenal, namun sepertinya kedua hati kita saling terikat, tanpa sadar kita menjadi rekan kelompok yang saling berbincang, walau hanya sekadar membahas tugas. Ikatan itu semakin kuat oleh penelitian sampai akhirnya kita wisuda di hari yang sama, saat dimana kedua orang tua kita berjumpa.Perjalanan kita seperti kapal yang berada di lautan, kadang badai menerpa, panas terik mengganggu, hingga burung camar yang berusaha mengambil hasil tangkapan kita.Ketika kata "SAH" terucap dari banyaknya mulut yang menghadiri pernikahan kita, menjadi tanda, bahwa kita sudah menjadi suami dan istri yang sah di agama, dan juga negara.Perjalanan pun Kembali dimulai. Cincin yang terpasang di masing-masing jari kita, menjadi tenaga penggerak kapal yang sudah kita bangun berdua. Buku nikah itu juga menjadi tanda pengenal kepada orang-orang, bahwa kita adalah sepasang kekasih yang menikmati indahnya lautan Bersama, berdua.