Jadian - Berpacaran
Setelah rasa nyaman tumbuh di antara kami, hubungan yang awalnya hanya dipenuhi obrolan sederhana perlahan menjadi lebih berarti. Hingga pada 28 Oktober, di tengah kegiatan Liga OSIS di sekolah, Aldi memberanikan diri menyampaikan perasaannya kepada Endang. Dari momen sederhana itulah perjalanan kami sebagai sepasang kekasih dimulai.
Masa sekolah menjadi awal dari banyak kenangan berharga. Kami tumbuh bersama, saling mendukung, dan belajar menjaga hubungan dengan tulus dan penuh kesungguhan. Namun setelah lulus sekolah, kami harus menjalani hubungan jarak jauh ketika Aldi melanjutkan pendidikan ke Medan, sementara Endang tetap di Uluan.
Kurang lebih dua tahun, jarak mengajarkan kami tentang kesabaran, kepercayaan, dan perjuangan. Meski tidak mudah, kami tetap memilih untuk bertahan dan saling menjaga satu sama lain.
Waktu kembali mempertemukan kami saat Endang melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Medan. Kami kembali berada di kota yang sama, menjalani masa perkuliahan bersama, saling mendukung mengejar mimpi, dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Aldi mulai bekerja di Porsea dan kami kembali menghadapi jarak serta kesibukan. Namun setiap proses justru semakin menguatkan hubungan ini. Kami belajar bahwa cinta bukan hanya tentang selalu bersama, tetapi tentang tetap menjaga hati, kepercayaan, dan tujuan yang sama.
Hingga akhirnya, setelah Endang menyelesaikan pendidikannya, Tuhan kembali mempertemukan kami dalam jarak yang lebih dekat. Dari semua perjalanan, jarak, penantian, dan doa yang kami lalui, kami semakin yakin untuk terus berjalan bersama.