Lamaran
Pada 22 Juni, kami akhirnya memutuskan untuk melangsungkan lamaran. Acaranya benar-benar sederhana—hanya di rumah, tanpa dekorasi, tanpa persiapan yang berlebihan. Yang ada hanyalah dua keluarga yang duduk bersama, saling berbincang, saling mengenal lebih dekat, lalu menikmati makanan yang disajikan dengan suasana penuh kehangatan.
Meskipun sederhana, rasanya justru lebih berarti. Kami tidak mencari kemegahan apa pun, yang kami harapkan hanyalah restu dari kedua orang tua. Kami ingin mereka melihat kesungguhan niat kami, mendoakan langkah kami, dan merestui perjalanan yang akan kami jalani bersama. Semoga segala kebaikan yang kami rencanakan ke depannya selalu dimudahkan.